Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2014

Kata dalam bisu

"lelah ketika tak ada satupun yang mengerti dan mendengarkan.." aku seperti daun yang terjebak di dalam genangan air tanpa bisa kemana-mana, orang berjalan melewatiku dan tak melihatku.. Seolah-olah tak menyadari kehadiranku, bahkan ada yang melihatku tapi sengaja melewatiku..  Daun-daun lain pun mulai berjatuhan disertai desiran angin dan menghantamku, lalu aku tersingkir hingga jauh dari tempatku terjatuh berada.. Semakin kencang angin yang datang, semakin jauh aku tersingkir..  Satu persatu daun-daun yang ada di sampingku kini mulai ikut terhempas pergi karena angin dan rintik-rintik hujan yang datang, aku dan mereka mulai berjauhan seiring waktu berjalan.. Jarak yang telah memisahkan membuat aku sendirian, tanpa kata dalam kebisuan menunggu dengan isyarat hati.. 

u.nderstand

Coming soon..   Cerita kedua dari konsep h.u.j.a.n yang berjudul u.nderstand.. "Mengerti itu tak selalu harus memahami, memahami itu tak selalu juga harus mengerti.. Sama seperti cinta,terlalu banyak makna dan pengertian tapi kita tetap ga ngerti juga kenapa rasanya sakit ketika berpisah dan rasanya bahagia ketika bersama.." 

Part-11

Chapter 11 – Oktober (I Choose You) Setelah semua yang terjadi kemarin, aku mencoba untuk melupakan sejenak walaupun ketika aku sendiri bayangan tentang “hujan” selalu hadir di benakku. Aku mencoba jalanin hari-hari seperti biasa aku lakuin selama ini, begitu juga hubunganku dengan sena. Tak terasa jam istirahat sudah tiba, aku tak mendengar suara ribut pasien dari luar ruanganku. Ketika akan beranjak, ponselku bergetar. terlihat di layar ponsel kalau sena yang menghubungiku, sudah menjadi kebiasaan setiap jam istirahat sena selalu menyempatkan diri untuk menghubungiku sebentar untuk menanyakan kabarku.   Marsha : “iyah sen..” Sena :”gimana hari ini, sudah agak mendingan sakitnya ?”. Marsha :”iyah, sudah mendingan.. gimana kerjaan kamu hari ini, lancar ?”. Sena :”alhamdulillah kalau sudah baikan, kerjaan aku hari ini lumayan sibuk tapi masih lancar ko!”. Marsha :”nanti sabtu jadi mau nonton atau mau jalan-jalan saja ?”. Sena :”dua-duanya juga ga masala...

Part-10

Chapter 10 – Oktober (Still In Here) In Cafe.. “ian, ngapain kamu di sini ? bukannya kamu lagi di Jakarta yah, kenapa ada di Bandung      sekarang ?”. aku mendengar seseorang sedang berjalan ke arahku, aku langsung menoleh ke arah suara. Aku melihat teman kampusku dulu, Ana, sudah lama tak bertemu kini dia jauh lebih feminim dan cantik.  “hallo Ana, apa kabar kamu sekarang ? iya nih, lagi merindukan Bandung haha..”. sambil bercanda aku mempersilahkan Ana untuk duduk di mejaku, namun Ana menolak dengan alasan dia sudah duduk di meja belakang bersama teman-temannya. Ternyata Ana melihatku saat kembali dari meja kasir depan, “kabar aku baik, tadi aku sempat ga yakin kalau itu kamu soalnya aku masih ingat headphone yang sering kamu pakai ini makanya aku samperin.. ternyata memang benar kamu, lagi janjian sama seseorang di sini ?”. pertanyaan Ana hanya kubalas dengan gelengan kepala sambil tersenyum, lalu kubilang padanya aku hanya merindukan suasana...

Part-9

Chapter 9 – October (It’s not me,Is you) Hari ini aku melihat hujan turun dari langit tanpa kilatan petir , ini pertama kalinya hujan turun di  bulan oktober.  6 tahun sudah berlalu aku tenggelam dalam duniaku sendiri, aku lupa bagaimana rasanya menikmati hujan dalam keheningan. Sekarang hujan menghampiriku dan menyadarkanku untuk mengingatnya kembali, mengumpulkan semua memori yang telah lama terkubur di ingatan. “apa kabarnya kamu sekarang.. ?”.  aku menatap rintik-rintik hujan yang terjatuh dari langit ke tanah, tak biasanya hujan turun berlangsung lama.  Sambil menunggu aku mengambil ponselku dari saku jaket, mencari sebuah nama yang sudah lama kulupakan, raut kecewa terlihat jelas di wajahku. “aku benar-benar melupakan keberadaanmu selama ini, huff..”. sambil menghela nafas, kumasukkan kembali ponsel ke dalam saku jaket.  Pandanganku kini terasa kosong dan hampa.  In  another  place.. Siang ini langit tampak tak b...

Part-8

Chapter 8 – Amnesia (Let It Go) Hari demi hari menyita semua waktu, aku di sibukkan dengan persiapan untuk sidang skripsi minggu depan. Banyak sekali yang harus aku siapkan, bahkan tak ada waktu untuk bersantai sebentar. Semua perhatianku tertuju untuk memastikan bahan-bahan yang akan aku persentasikan ke dosen penguji tak ada satupun yang kurang, dukungan-dukungan dari teman-teman terdekat bahkan keluarga pun sudah mengalir untuk membuatku semakin semangat. Hingga di hari yang ditunggu itu tiba, aku sengaja datang agak awal biar bisa mempersiapkan tanpa harus terburu-buru. “semoga hari ini lancar tanpa kendala, aamiin..”. perasaan gugup sudah hadir ketika dosen penguji mulai masuk ke dalam ruangan satu persatu, aku berusaha meyakinkan diri untuk selalu optimis bisa. 30 menit setelahnya, kulirik dosen penguji merasa cukup puas dengan apa yang aku lakukan. Setidaknya aku sudah memperlihatkan semua yang terbaik, walaupun ada beberapa program yang sedikit tidak bisa m...

Part-7

Chapter 7 – Your Scent (Is You) Seminggu setelah kejadian di toko buku, aku berkunjung kembali, karena pesanan buku yang aku pesan sudah datang. Kebetulan salah satu karyawan yang bekerja di toko buku itu adalah teman satu kampus, dan dia membantuku untuk mencari beberapa bahan-bahan yang sulit kutemukan di toko buku manapun. Begitu sampai di toko buku, aku parkir motor terlebih dahulu. Kulihat petugas parkir yang sudah kukenal berjalan menghampiriku, “gimana kabarnya, mas ian ? sudah lama tidak kesini, biasanya dua hari sekali kesini..ini sudah seminggu baru kesini lagi, kuliahnya lagi sibuk mas ian ?”. aku hanya tersenyum ramah, tak biasanya hari ini beliau begitu memperhatikanku. “kabar saya baik, pak..hanya sekarang ini, saya sedang sibuk mengurus skripsi bulan ini harus selesai”. Sambil menepuk bahuku, beliau mengajakku untuk duduk-duduk sebentar.  “mas ian, tak buru-buru kan ? bapak ingin mengobrol sebentar saja, ada yang ingin bapak tanyakan..”. rasanya t...