Skip to main content

Posts

Understand - Senyum yang memudar seperti hembusan angin

18 Januari 2011 Blue Lotus Coffee House, Semarang Suasana Cafe hari ini tidak terlalu ramai, karena masih di jam sekolah. Kebetulan karena hari ini kerjaan di kantor tidak begitu banyak jadi bisa minta ijin untuk keluar sebentar, tak biasanya Lea minta bertemu di jam sekolah, dan isi pesannya sangat singkat. Text Message Monday 19:47 Bisa ketemu besok siang jam 11 di Blue Lotus Cofffe House sebelah sekolahku ?  Lea Aku melihat jam tanganku, masih ada waktu 10 menit lagi sebelum ke jam 11. Aku melihat ke arah sekeliling, belum ada tanda-tanda Lea akan datang. Banyak sekali pertanyaan yang terbenak di pikiranku, kulirik kembali jam di tanganku. Pintu masuk Cafe terbuka, ada seseorang yang datang.  Hmm.. bukan Lea.. Aku mengalihkan pandanganku sambil melihat menu yang ada di Cafe, tak menyadari sampai seseorang ada di depanku.  “Ardi.. ?”.  Aku melihat ke arahnya setelah dia memanggil namaku, seorang pemuda yan...
Recent posts

Understand - Matahari yang tak pernah kembali bersinar

19 Juli 2017, 11.20 am Taman Kota Tua samping Spiegel Bar & Resto, Semarang “Kenapa sih diantara tahun-tahun yang sudah terlewat, kamu mesti memilih tahun ini untuk kesini lagi ? 8 tahun bukan waktu yang singkat, Ga..”.  Aku memulai percakapan setelah hampir kurang lebih 20 menit kita berdiam diri di taman kota tua. “Entahlah.. Aku hanya rindu tempat ini, Van..”.  Pandangannya tetap lurus ke sepanjang jalan kota tua tanpa melihatku. “Rindu Lea juga ?”.  Aku berkata pelan sambil melihat ekspresinya. Ekspresinya ga berubah, terlihat datar dan dia tak menjawab pertanyaanku. Dia hanya mengambil IPodnya lalu memasang Playlistnya, karena hari ini termasuk hari sekolah jadi hanya ada beberapa yang duduk di taman ini termasuk kita.  Send your dreams were nobody hides Give your tears to the tides No time No time “Apa kabarnya ya dia sekarang, Ga ? Terakhir kudengar dari Seila, dia masih kuliah semester akhir”.  Aku kembali membuk...

Understand - Gerimis dalam Hampa

29 September 2018 18.43 pm Jl. Musi Raya, Semarang When it feels like surgery And it burns like third degree And you wonder what is it worth ? When your inside’s breaking in And you feel that ache again And you wonder what’s giving birth ? Samar-samar terdengar suara musik yang terdengar dari balik pintu kamar Lea, kubuka pintu kamarnya tanpa menimbulkan suara.  If you could let the pain of the past go of your soul None of this is in your control Kulihat Lea sedang duduk di depan meja kerjanya membelakangiku, entah apa yang sedang dia lakukan. Tak ada gerakan tangan ketika mengetik di depan laptopnya, bahunya tak ikut bergerak juga. Diam, dan hening.  If you could only let your guard down If you could learn to trust me somehow Well I swear, that I won’t let you go Aku berjalan ke arahnya, dia masih tak menyadari kehadiranku di belakangnya. Aku mulai penasaran dengan apa yang dia lakukan, semakin mendekat aku bisa melihat dengan je...

Understand - Hujan itu Kamu

18 July 2017, 17.36 pm  Spiegel Bar & Resto, Semarang I can't count the times I almost said what's on my mind But I didn't Just the other day I wrote down all the things I'd say But I couldn't I just couldn't Baby I know that you've been wondering Mmm, so here goes nothing Suara musik yg terdengar dari dalam bar ikut berbisik ke luar bersamaan dengan bunyi pintu dari luar,seorang lelaki masuk. dia ga terlalu tinggi,namun postur tubuhnya terlihat atletis dipadu sweater biru gelap dan celana hitam jeansnya. Entah kenapa setiap kedatangannya selalu pas dengan turunnya hujan,dia tersenyum hangat saat bertatapan dengan salah satu pegawai lalu berjalan ke arah meja yang bersebelahan dengan jendela.  Suasana bar saat ini memang tak terlalu ramai juga kalau hari biasa ditambah hujan turun,ketika semua pandangan terfokus melihat hujan diluar. Salah seorang pegawai membawakan secangkir cappuccino untuk lelaki yang baru saja datang dan duduk,tanpa mem...

understand

Part 4 Mengakhiri Cerita Lama " You spend your whole life stuck in the labyrinth, thinking about how you'll escape one day, and how awesome it will be, and imagining that future keeps you going, but you never do it. You just use the future to escape the present". - John Green Fenesia memasuki sebuah restaurant yang terletak di daerah Bandungan, konsep restaurant yang menyatu dengan gallery barang-barang antik. Dari jauh, Fene sudah melihat ada Evan sedang duduk di pojok pinggir. "Nunggu lama ya ? Tadi ada kelas tambahan di kampus, biasa lah tugas lagi dan lagi hehe..". Fene menyapa Evan sambil duduk di depannya. "It's ok! Aku juga baru disini dari 15 menit yang lalu, laper ga ? Mau pesan makanan atau minuman dulu ?". Evan ngasiin buku menu ke Fene. "Aku pesen minuman jah deh, tadi aku makan siangnya agak telat jadi masih agak kenyang". Fene melihat-lihat buku menu dan memesan minuman. Sejenak mereka berdua diam beberapa ...

understand

Part 3 Dilemma "you can keep pondering on which thing to do first or which part to take or by simple taking action now of most any kind, you may just find yourself on the way to where you most needed to go". - April Bryan February, 2016 Keesokan harinya, sms dari Evan masih belum juga aku balas. Ada rasa untuk ga perduli, tapi pandangan mataku teteap saja melihat ke arah ponsel. Seharian di kampus berusaha untuk tetap fokus ke mata kuliah yang aku ambil, namun ga ada satupun yang bisa aku ingat materinya sama sekali. Rasanya begitu malas dan agak sedikit sensitif setiap ada pesan yang masuk ke hp langsung kulihat, lalu kubiarkan tergeletak begitu saja di meja setelah kubaca tanpa ada niat buat di balas. Salah satu teman dekatku, Fenesia ternyata menyadari tentang sikapku yang agak aneh hari ini. "kamu itu nunggu sms dari siapa sih, Le ? dari tadi aku perhatiin kamu seharian ini liatin hp mulu, tiap ada sms yang masuk langsung buru-buru...