Part 4 -serba epek- Tepat jam 10, dosen keluar kelas. Kulihat teman-temanku mulai berhamburan keluar, mereka melihatku lalu menghampiri. “Woi.. lu ga inget hari ini ada kelas pagi, napa baru nongol ?”. Yosua menepuk bahuku sambil ikutan duduk disebelah. “Inget lah.. dari tadi juga disini, cuma ga enak jah mau masuk takut disuruh keluar kelas lagi gara-gara telat dateng..”. aku menjelaskan dengan malas. “Kenapa tuh tampang lu ga sedep amat diliatnya, aya naon ?”. Pahmi berjalan mendekatiku lalu duduk di sebelah Yosua. “Kantin yuk! Cacing di perut udah ga tenang gini dari tadi SOS terus haha..”. aku mengalihkan pembicaraan sambil mengajak mereka berdua ke arah kantin. Kedua temanku yang ngerasa dicuekin sambil ngedumel akhirnya ngikutin aku juga jalan ke kantin, sambil jalan mereka tetap nanyain karena penasaran. Aku yang mendengarkan hanya tertawa iseng, lantas pura-pura ga merhatiin. “ Maneh mah teu jelas ah, tadi beungeut maneh sepet ...
when there is a Hope,you must to Understand because sometimes people easy get Jealous and Admit it if they want you more but you just pretend Not heard that.