Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

understand

Part 4 Mengakhiri Cerita Lama " You spend your whole life stuck in the labyrinth, thinking about how you'll escape one day, and how awesome it will be, and imagining that future keeps you going, but you never do it. You just use the future to escape the present". - John Green Fenesia memasuki sebuah restaurant yang terletak di daerah Bandungan, konsep restaurant yang menyatu dengan gallery barang-barang antik. Dari jauh, Fene sudah melihat ada Evan sedang duduk di pojok pinggir. "Nunggu lama ya ? Tadi ada kelas tambahan di kampus, biasa lah tugas lagi dan lagi hehe..". Fene menyapa Evan sambil duduk di depannya. "It's ok! Aku juga baru disini dari 15 menit yang lalu, laper ga ? Mau pesan makanan atau minuman dulu ?". Evan ngasiin buku menu ke Fene. "Aku pesen minuman jah deh, tadi aku makan siangnya agak telat jadi masih agak kenyang". Fene melihat-lihat buku menu dan memesan minuman. Sejenak mereka berdua diam beberapa ...

understand

Part 3 Dilemma "you can keep pondering on which thing to do first or which part to take or by simple taking action now of most any kind, you may just find yourself on the way to where you most needed to go". - April Bryan February, 2016 Keesokan harinya, sms dari Evan masih belum juga aku balas. Ada rasa untuk ga perduli, tapi pandangan mataku teteap saja melihat ke arah ponsel. Seharian di kampus berusaha untuk tetap fokus ke mata kuliah yang aku ambil, namun ga ada satupun yang bisa aku ingat materinya sama sekali. Rasanya begitu malas dan agak sedikit sensitif setiap ada pesan yang masuk ke hp langsung kulihat, lalu kubiarkan tergeletak begitu saja di meja setelah kubaca tanpa ada niat buat di balas. Salah satu teman dekatku, Fenesia ternyata menyadari tentang sikapku yang agak aneh hari ini. "kamu itu nunggu sms dari siapa sih, Le ? dari tadi aku perhatiin kamu seharian ini liatin hp mulu, tiap ada sms yang masuk langsung buru-buru...

Understand

Part 2 Kenangan Pertama “I think it is all a matter of love;  the more you love a memory, the stronger and stranger it becomes”  ― Vladimir Nabokov July, 2010 Bel sekolah berbunyi menandakan waktunya istirahat, aku menutup buku pelajaran setelah guru keluar kelas. Teman-temanku menghampiriku untuk mengajak ke kantin, aku mengiyakan dan berjalan mengikuti mereka keluar kelas.  "Mau makan apa nih kita ntar ? Kemarin soalnya menunya sama, bosen aku nya nih". Seila minta pendapat sambil jalan. Aku mengangkat kedua bahuku, belum ada ide untuk makan apa. "Belum tau juga, Sei. Kalau menunya sama seperti kemarin sih aku beli minum jah deh, kamu gimana Ann ?".  "Aku laper sih sebenarnya, Le. Tapi masa iya aku makan ndiri, kalian ga ikutan makan nemenin aku to ?". Anna ikut berkomentar. "Aku ga ikutan yaaa..!". Teriak Lea dan Seila. Hampir bersamaan aku dan Seila menjawabnya. Anna yang mendengarnya ikut tertawa juga sa...