19 Juli 2017, 11.20 am
Taman Kota Tua samping Spiegel Bar & Resto, Semarang
“Kenapa sih diantara tahun-tahun yang sudah terlewat, kamu mesti memilih tahun ini untuk kesini lagi ? 8 tahun bukan waktu yang singkat, Ga..”. Aku memulai percakapan setelah hampir kurang lebih 20 menit kita berdiam diri di taman kota tua.
“Entahlah.. Aku hanya rindu tempat ini, Van..”. Pandangannya tetap lurus ke sepanjang jalan kota tua tanpa melihatku.
“Rindu Lea juga ?”. Aku berkata pelan sambil melihat ekspresinya.
Ekspresinya ga berubah, terlihat datar dan dia tak menjawab pertanyaanku. Dia hanya mengambil IPodnya lalu memasang Playlistnya, karena hari ini termasuk hari sekolah jadi hanya ada beberapa yang duduk di taman ini termasuk kita.
Send your dreams were nobody hides
Give your tears to the tides
No time
No time
“Apa kabarnya ya dia sekarang, Ga ? Terakhir kudengar dari Seila, dia masih kuliah semester akhir”. Aku kembali membuka percakapan, sambil melihat ekspresi dari wajahnya karena aku masih terus penasaran dengan jawabannya tentang Lea.
Dia tetap tak menjawab pertanyaanku lagi, entah apa yang ada dipikirannya sekarang. Dia hanya berpura-pura tak mendengar apa yang aku katakan, yah.. sudahlah, aku datang hanya untuk menemaninya selama dia disini. Aku ikut berdiam diri sambil mendengarkan lagu yang dia putar.
There’s no end
There is no goodbye
Disappear with the night
No time
No time
No time
No time
No time
“Aku rindu hujan, rindu saat matahari membiarkan dirinya ikut menghilang sementara biar aku bisa merasakan derasnya air hujan membasahi tubuhku..”.
Aku menoleh ke arahnya, saat tiba-tiba dia membuka percakapan. Pandangan dia tetap lurus ke arah jalan, tanpa melihatku.
“Aku berharap hari ini matahari berbaik hati membiarkan hujan turun lagi untukku, Van..”.
Dia melihat ke atas langit, matahari bersinar begitu kuat hari ini sampai aku tak melihat ada celah untuk hujan turun ke bumi.
“Hujan ga akan datang, kalau kamu berharap hujan akan turun hari ini. Biarkan hujan datang di saat waktunya memang untuk turun ke bumi, kalau memang waktunya hujan untuk turun kamu pasti tahu karena dia ga bisa menghindari kamu..”.
Dia menoleh ke arahku setelah itu, hanya sebentar lalu berpaling kembali melihat ke atas langit.
Comments
Post a Comment