Skip to main content

Understand - Hujan itu Kamu

18 July 2017, 17.36 pm 
Spiegel Bar & Resto, Semarang

I can't count the times
I almost said what's on my mind
But I didn't
Just the other day
I wrote down all the things I'd say
But I couldn't
I just couldn't
Baby I know that you've been wondering
Mmm, so here goes nothing


Suara musik yg terdengar dari dalam bar ikut berbisik ke luar bersamaan dengan bunyi pintu dari luar,seorang lelaki masuk. dia ga terlalu tinggi,namun postur tubuhnya terlihat atletis dipadu sweater biru gelap dan celana hitam jeansnya. Entah kenapa setiap kedatangannya selalu pas dengan turunnya hujan,dia tersenyum hangat saat bertatapan dengan salah satu pegawai lalu berjalan ke arah meja yang bersebelahan dengan jendela. 

Suasana bar saat ini memang tak terlalu ramai juga kalau hari biasa ditambah hujan turun,ketika semua pandangan terfokus melihat hujan diluar. Salah seorang pegawai membawakan secangkir cappuccino untuk lelaki yang baru saja datang dan duduk,tanpa meminta menu seolah-olah mereka sudah menunggu kedatangannya.

Lelaki itu kembali tersenyum hangat kepada pegawai yang datang menghampirinya,setelah itu dia membuka laptopnya sambil tetap membiarkan headphonesnya terpasang. Pegawai yang barusan memberikan secangkir cappuccino untuknya setengah berbisik ke pegawai lainnya yg penasaran,

"Aku ngerti soko mantan pegawe sing kerjo ning kene. Yen dekne mesti teko pas udan bar kui lungo pas udane mandeg". (aku tau dari mantan pegawai yang pernah kerja disini,dia selalu datang pas turun hujan dan memesan secangkir cappucino,lalu dia pergi setelah hujan berhenti).

Suara hujan diluar pun tergantikan oleh suara musik dari dalam bar,seolah tak ingin membiarkan lelaki itu mendengar suara rintik-rintik hujan dari balik jendela. 

In case you didn't know
Baby I'm crazy 'bout you
And I would be lying if I said
That I could live this life without you
Even though I don't tell you all the time
You had my heart a long, long
 time ago
In case you didn't know


Secangkir cappuccino tak juga disentuh,lelaki itu membiarkannya sampai dingin. Pandangan matanya menatap serius ke arah laptop,kedua tangannya tak juga menyentuh keyboard. Entah sudah berapa menit berlalu,lelaki itu hanya menatap laptopnya tanpa melakukan kegiatan apapun. 

Seteguk cappucino dingin pun akhirnya dilakukan oleh lelaki itu,layar di laptopnya masih kosong tanpa ketikan apapun dari kedua tangannya yang masih enggan menyentuh keyboard laptopnya. 

The way you look tonight
That second glass of wine
That did it, mmm
There was something 'bout that kiss
Girl it did me in
Got me thinking
I'm thinking
One of the things that I've been feeling
Mmm it's time you hear 'em


Terdengar samar-samar suara musik dari headphones yang terpasang di telinga lelaki itu,suara musik yang sama berulang-ulang seperti hanya ada satu lagu di playlist Ipodnya.

You've got all of me
I belong to you
Yeah you're my everything

In case you didn't know
I'm crazy 'bout you
I would be lying if I said
That I could live this life without you
Even though I don't tell you all the time
You had my heart a long, long time ago
Yeah you had my heart a long, long time ago
Mmm, in case you didn't know
No, no in case you didn't know

Hujan diluar tampak semakin keras menghantam dari balik jendela,seperti sedang memberi kode kepada lelaki itu untuk segera melihat ke arah luar jendela. Namun lelaki itu sibuk menatap layar kosong pada laptopnya,seakan-akan ada tulisan pada layar kosong itu.

Seteguk cappucino dingin kembali dilakukan oleh lelaki itu,namun dia tak melanjutkan apapun pada laptopnya. Dia menutup laptopnya dan memasukkan kedalam tasnya,bersamaan dengan pandangannya ke luar jendela. Dagunya ia sandarkan ke tangan kanannya dan tubuhnya diputar menyamping agar dia bisa melihat lurus ke arah jendela,lelaki itu tersenyum hangat ke arah hujan.

"hujan itu kamu,aku rindu.." 

Lama memandang hujan di balik jendela,lelaki itu kemudian menyandarkan tubuhnya ke kursi. Hujan di balik jendela tak juga membalas kode untuk segera berhenti,sampai dimana tegukan terakhir cappucino dingin membuat suara riang di balik secangkir gelas kosong ketika menyapa tatakan gelas di meja.

Hening.

Tak ada lagi yang terdengar tentang lelaki itu,hanya suara pintu yang berderit ke arah luar dan berbunyi ketika menutup kembali. Dia pergi tanpa melihat hujan berhenti,menyatu bersama rindu. 

Comments

Popular posts from this blog

Kamu dan Hujan (Cerita Bersambung Part 5 Final)

Part 5 -payung- Setelah insiden ketiduran di angkot, aku mesti muter arah lagi untuk sampai kos-kosan. Selama di angkot, aku memutuskan untuk ga tergoda dengan lambaian angin dari kaca jendela walaupun akhirnya aku terlena kembali selama beberapa detik sampai nyaris terlewat dikit dari tempat yang seharusnya aku turun. “ Mantep amat pulang dari kampus ke kos-kosan sampai 3 jam yang biasanya cuma 1 jam-an sama macet, gara-gara rumus epek nih..”. aku berjalan ke arah kos-kosan sambil ngeliatin jam di tangan. Tiba di depan kos-kosan, Ibu kos udah nangkring jah depan kamarku. Sambil mikir-mikir ada apa gerangan, padahal uang bulanan kosan udah dibayar tepat waktu, ga pernah ngutang juga, apalagi bawa cewek ke kamar juga ga pernah. “Apa gara-gara aku suka ngabisin air lebih banyak ya kalau mandi, atau ketauan aku pernah ambil jatah makanan anak kosan sebelah gitu ? lagian ga pernah diambil juga, sayang kalau ga dimakan kan buang rejeki..”. aku masih menerka-ner...

Understand - Matahari yang tak pernah kembali bersinar

19 Juli 2017, 11.20 am Taman Kota Tua samping Spiegel Bar & Resto, Semarang “Kenapa sih diantara tahun-tahun yang sudah terlewat, kamu mesti memilih tahun ini untuk kesini lagi ? 8 tahun bukan waktu yang singkat, Ga..”.  Aku memulai percakapan setelah hampir kurang lebih 20 menit kita berdiam diri di taman kota tua. “Entahlah.. Aku hanya rindu tempat ini, Van..”.  Pandangannya tetap lurus ke sepanjang jalan kota tua tanpa melihatku. “Rindu Lea juga ?”.  Aku berkata pelan sambil melihat ekspresinya. Ekspresinya ga berubah, terlihat datar dan dia tak menjawab pertanyaanku. Dia hanya mengambil IPodnya lalu memasang Playlistnya, karena hari ini termasuk hari sekolah jadi hanya ada beberapa yang duduk di taman ini termasuk kita.  Send your dreams were nobody hides Give your tears to the tides No time No time “Apa kabarnya ya dia sekarang, Ga ? Terakhir kudengar dari Seila, dia masih kuliah semester akhir”.  Aku kembali membuk...