Part 4
Mengakhiri Cerita Lama
"You spend your whole life stuck in the labyrinth, thinking about how you'll escape one day, and how awesome it will be, and imagining that future keeps you going, but you never do it. You just use the future to escape the present". - John Green
Fenesia memasuki sebuah restaurant yang terletak di daerah Bandungan, konsep restaurant yang menyatu dengan gallery barang-barang antik. Dari jauh, Fene sudah melihat ada Evan sedang duduk di pojok pinggir.
"Nunggu lama ya ? Tadi ada kelas tambahan di kampus, biasa lah tugas lagi dan lagi hehe..". Fene menyapa Evan sambil duduk di depannya.
"It's ok! Aku juga baru disini dari 15 menit yang lalu, laper ga ? Mau pesan makanan atau minuman dulu ?". Evan ngasiin buku menu ke Fene.
"Aku pesen minuman jah deh, tadi aku makan siangnya agak telat jadi masih agak kenyang". Fene melihat-lihat buku menu dan memesan minuman.
Sejenak mereka berdua diam beberapa saat sebelum akhirnya Fene membuka percakapan.
"Mengenai rencana yang kamu bilang semalem lewat telepon itu, apa kamu yakin rencana ini bakal berhasil ?". Fene sedikit ragu.
"Harus berhasil, ini satu-satunya cara supaya mereka bisa ketemu". Evan terlihat percaya diri dengan rencananya di depan Fene.
"Aku cuma kawatir sama kondisi Lea kalau nanti tiba-tiba mesti ingat lagi tentang dia, secara kamu tau sendiri Lea agak sedikit trauma denger namanya jah udah bikin dia nge drop banget beberapa minggu". Fene sedikit menjelaskan tentang Lea pada Evan.
"Karena itu, kita harus bisa mempertemukan mereka berdua. Kalau ga sama kita, belum tentu mereka punya inisiatif sendiri. Aku yakin, mereka masih punya perasaan yang sama". Evan mencoba meyakinkan Fene untuk mau membantunya.
"Iya.. Perasaan yang saling menyakiti satu sama lain, ga ada yang berani memulai duluan. Saling diam, saling menghindari, dan berpura-pura saling melupakan walau kita tau mereka masih saling memikirkan satu sama lain". Fene menghela nafas sambil mengingat kejadian kemarin tentang Lea yang menangis karena mengingat kembali tentang dia.
Evan ikut menghela nafas dan mereka berdua tenggelam dengan pikiran masing-masing.
Minuman yang dipesan Fene telah habis dan makanan yang dipesan Evan tak juga disentuh dan menjadi dingin.
"Kita coba, Van! Aku ga mau liat Lea seperti kemarin lagi, sepertinya kita yang harus menuntun mereka ke ending cerita secepatnya". Fene terlihat optimis.
"Iya! Kita harus yakin rencana kita pasti berhasil bawa mereka ke akhir cerita yang seharusnya udah lama mereka lakuin 7 tahun yang lalu". Evan terlihat optimis juga yang disertai oleh senyuman kepada Fene.
Setelah itu mereka berdua mulai menyusun rencana-rencana apa yang harus mereka lakukan mengingat Fene dan Evan adalah sahabat terdekatnya mereka, cerita mereka memang harus berakhir sebelum bertambah episode baru yang tiada habisnya untuk dikejar.
Comments
Post a Comment