Part 1
Ingatan Yang Tak Ingin Kembali Lagi
“Memories warm you up from the inside.
But they also tear you apart.” - Haruki Murakami
February, 2016
Bunyi sms masuk ;
"Hai! Apa kabar, Lea ? ini aku, Evan. Aku kebetulan lagi ada di Semarang, kalau kamu punya waktu kosong bisa kita ketemu sebentar ?". - Evan.
Begitu kubaca pesan yang baru saja masuk dari nomor yang ga dikenal, aku lemas seketika. Tangan langsung bergetar sehingga ponselku terlepas begitu saja dari genggamanku, perasaan ini kembali hadir setelah sekian lama hilang dengan susah payah.
Masih antara percaya dan tidak percaya, pelan tanganku mencoba mengambil ponselku dan kulihat kembali nama pengirimnya. Aku menghela nafas, ternyata memang benar dari Evan.
"Kenapa dia yang mesti kirim sms ke aku sih ? Kenapa baru sms sekarang, kemana jah dulu menghilang ga ada kabar bertahun-tahun ?". ada rasa sesal karena membaca sms yang Evan kirim barusan.
Begitu banyak pertanyaan yang ingin aku tanya selama ini sama dia, dengan perasaan kesal campur marah aku membiarkan sms yang Evan kirim begitu saja. Ga ada niat untuk balas sms nya, namun cukup membuat konsentrasiku buyar seketika.
Aku beranjak dari tempat belajarku, ga ada rasa ingin lagi melanjutkan buat tugas. Kuhempaskan tubuhku ke tempat tidur, masa lalu yang dengan susah payah aku lupain selama ini kini tiba-tiba hadir kembali.
Tanpa aku undang seperti hujan yang turun dengan sendirinya, dan berhenti tanpa aku memintanya.
Aku beranjak dari tempat belajarku, ga ada rasa ingin lagi melanjutkan buat tugas. Kuhempaskan tubuhku ke tempat tidur, masa lalu yang dengan susah payah aku lupain selama ini kini tiba-tiba hadir kembali.
Tanpa aku undang seperti hujan yang turun dengan sendirinya, dan berhenti tanpa aku memintanya.
Comments
Post a Comment