Skip to main content

Kamu dan Hujan (Cerita Bersambung Part 1)



 Part 1

-cerita di balik hujan-


Hari ini cuaca Kota Bandung lumayan dingin, hampir setiap hari hujan. macet dimana-mana, banjir selalu di tempat yang sama. tiap hari pulang dari kampus selalu basah, ga ngaruh pakai jas hujan juga. sebelum berangkat sudah hujan, sesudah beres ngampus masih juga hujan. nekat pulang hujannya makin deras aja, nunggu hujan reda ga berhenti-berhenti .. serba salah! -_-

"tiap pulang dari kampus perasaan hujannya makin deras daerah sini terus", sambil memakirkan motor di depan Mall Istana Plaza. 

Jas hujan sepertinya bermasalah, begitu dibuka jaket yang di dalam ikut basah. makin berasa dingin ceritanya, mau ga mau aku berdiri di samping pintu masuk Mall karena ga enak masuk dengan kondisi baju basah. 30 menit berlalu, hujan bukannya memperlambat malah makin besar.

"kenapa ga dari tadi aja nekat pulang, daripada nunggu bisa sampai malam disini", menggerutu sambil ngeliatin hujan.

Lagi asik ngelamun gara-gara kelamaan nunggu hujan reda, tiba-tiba ada yang manggil sambil nepuk pelan bahuku. begitu aku noleh ke belakang, ada seorang cewek berseragam sekolah sambil membuka cardigannya yang nampak basah.

"mas, boleh minta tolong ?", tanya cewek itu sambil merapihkan rambutnya yang agak berantakan.
"mas .. mas .. memangnya kelihatan yah aku udah tuanya?", menggerutu dalam hati.

Baru saja aku ingin bilang kenapa, itu cewek udah ngomong lagi.

"mas, masih lama kan di sini ? aku boleh titip tas sebentar ga, aku mau masuk ke dalam beli payung .. tas aku basah, ga enak kalau dibawa ke dalam yang ada ntar ngotorin lantainya lagi", cewek itu menjelaskan panjang lebar.

"ini cewek, udah panggil mas .. sekarang minta jagain tasnya lagi, memangnya aku mirip karyawan penitipan barang apa?", menggerutu lagi dalam hati.

Belum juga di jawab, cewek itu langsung bilang makasih dan masuk ke dalam Mall. aku langsung speechless dibuatnya, sambil ngeliatin tasnya sudah ada di samping tas aku.

"dasar anak sekolahan main pergi aja, belum juga ngomong. duh .. ngenes banget hari ini!", menggerutu sambil ngeliatin hujan yang ga kunjung berhenti juga.

15 menit berlalu .. 20 menit berlalu .. hingga 45 menit berlalu, cewek itu belum juga keluar dari dalam Mall. janjinya cuma sebentar dengan alasan beli payung, tapi belum kelihatan tanda-tanda cewek itu kembali. hujan mulai memperlambat menjadi gerimis, orang-orang yang di sekelilingku ikut menunggu hujan berhenti mulai bersiap-siap memakai jas hujannya dan satu-persatu pergi. tinggal aku dan beberapa orang saja yang masih bertahan di depan pintu masuk Mall, bolak-balik aku melihat ke dalam dari arah pintu masuk berharap cewek itu secepatnya datang dan secepatnya aku pulang ke kosan.

1 jam sudah aku menunggu, hujan sudah benar-benar reda. keberadaan cewek itu belum juga ada tanda-tanda, mau ditinggal tasnya takut ada yang ambil nanti aku merasa bersalah, tapi ini kelewatan masa sudah selama ini belum juga datang.

"ini cewek kemana lagi, belum juga nongol dari tadi .. beli payungnya kemana sih, perasaan supermarket ada di lantai bawah", sambil terus melihat pintu masuk Mall.

10 menit kemudian, cewek itu datang sambil bawa payung yang baru saja dibelinya.

"mas, maaf yah telat bentar tadi beli minum dulu di food court .. makasih udah mau dititipin", jawab cewek itu sambil ambil tasnya dan tersenyum pamit ke arahku.

Belum aku jawab, cewek itu langsung pergi menyeberang jalan dan naik angkot. menahan kesal, aku berjalan ke tempat motorku di parkir dan langsung pergi.

"telat sebentar ? sebentar darimana ? 1 jam 10 menit itu sebentar ? ga ada basa basinya, benar-benar ini cewek .. huft!!", menggerutu di motor saking kesalnya menahan emosi. 

What a great today!!

 -to be continue

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kamu dan Hujan (Cerita Bersambung Part 5 Final)

Part 5 -payung- Setelah insiden ketiduran di angkot, aku mesti muter arah lagi untuk sampai kos-kosan. Selama di angkot, aku memutuskan untuk ga tergoda dengan lambaian angin dari kaca jendela walaupun akhirnya aku terlena kembali selama beberapa detik sampai nyaris terlewat dikit dari tempat yang seharusnya aku turun. “ Mantep amat pulang dari kampus ke kos-kosan sampai 3 jam yang biasanya cuma 1 jam-an sama macet, gara-gara rumus epek nih..”. aku berjalan ke arah kos-kosan sambil ngeliatin jam di tangan. Tiba di depan kos-kosan, Ibu kos udah nangkring jah depan kamarku. Sambil mikir-mikir ada apa gerangan, padahal uang bulanan kosan udah dibayar tepat waktu, ga pernah ngutang juga, apalagi bawa cewek ke kamar juga ga pernah. “Apa gara-gara aku suka ngabisin air lebih banyak ya kalau mandi, atau ketauan aku pernah ambil jatah makanan anak kosan sebelah gitu ? lagian ga pernah diambil juga, sayang kalau ga dimakan kan buang rejeki..”. aku masih menerka-ner...

Understand - Matahari yang tak pernah kembali bersinar

19 Juli 2017, 11.20 am Taman Kota Tua samping Spiegel Bar & Resto, Semarang “Kenapa sih diantara tahun-tahun yang sudah terlewat, kamu mesti memilih tahun ini untuk kesini lagi ? 8 tahun bukan waktu yang singkat, Ga..”.  Aku memulai percakapan setelah hampir kurang lebih 20 menit kita berdiam diri di taman kota tua. “Entahlah.. Aku hanya rindu tempat ini, Van..”.  Pandangannya tetap lurus ke sepanjang jalan kota tua tanpa melihatku. “Rindu Lea juga ?”.  Aku berkata pelan sambil melihat ekspresinya. Ekspresinya ga berubah, terlihat datar dan dia tak menjawab pertanyaanku. Dia hanya mengambil IPodnya lalu memasang Playlistnya, karena hari ini termasuk hari sekolah jadi hanya ada beberapa yang duduk di taman ini termasuk kita.  Send your dreams were nobody hides Give your tears to the tides No time No time “Apa kabarnya ya dia sekarang, Ga ? Terakhir kudengar dari Seila, dia masih kuliah semester akhir”.  Aku kembali membuk...